Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi Tegaskan Anwar Usman Tak Ikut Adili Sengketa Pemilu

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Hakim Mahkamah Konstitusi (Foto: mkri.id)

Arenarakyat.com – Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menegaskan bahwa Hakim Anwar Usman tidak bisa ikut terlibat dalam mengadili sengketa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Sesuai dengan Putusan MKMK Nomor 2 beliau (Anwar Usman) tidak bisa mengikuti atau menyidangkan sengketa Pemilihan Presiden atau Perselisihan Hasil Pemilihan Umum,” kata anggota MKMK Prof Yuliandri di Padang, Jumat (8/3/2024).

Meski tercatat sebagai hakim aktif Anwar Usman tidak diperkenankan untuk turut serta mengadili sengketa Pemilu 2024, karena merujuk pada putusan MKMK.

Sedangkan untuk Hakim Arsul Sani, Prof Yuliandri mengatakan yang bersangkutan telah berkomitmen tidak akan terlibat dalam sengketa pemilihan legislatif yang berkaitan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Baca Juga >>>  Rekomendasi Wisata Sulawesi Tenggara Terbaru 2024

Meskipun demikian eks Rektor Universitas Andalas itu mengatakan kepastian peran Arsul Sani dalam menghadapi sengketa pemilu tergantung pada rapat permusyawaratan hakim (RPH).

Secara teknis sidang sengketa pemilu akan berlangsung dengan mekanisme panel. Apabila Arsul Sani tidak terlibat, otomatis hal itu akan mempengaruhi pembagian kinerja atau putusan.

“Namun saya yakin RPH akan bijak mengambil keputusan ini,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua MK Suhartoyo mengatakan lembaga yang dipimpinnya segera membahas kepastian keterlibatan Hakim Arsul Sani di dalam PHPU atau sengketa Pemilu 2024.

Suhartoyo menegaskan jika nantinya Hakim Arsul Sani diputuskan tidak boleh terlibat menangani sengketa pemilu, hal itu tidak akan menjadi masalah yang signifikan. Sebab, berdasarkan undang-undang penanganan perkara minimal dilakukan tujuh orang hakim dan maksimal sembilan hakim.

Baca Juga >>>  KPU RI Targetkan Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024 Selesai Hari Ini

“Tujuh hakim masih kuorum tapi tidak usah berandai-andai dulu karena belum tentu dikabulkan keberatan itu,” ujarnya.

Sumber: Antara

Rekomendasi :

Scroll to Top